Kalau kamu pernah belajar bahasa Inggris, pasti sudah nggak asing lagi sama yang namanya rumus simple present tense. Mungkin dulu di sekolah, kita cuma diajarin "Subject + Verb 1" terus selesai. Tapi, pernah nggak sih kamu bingung, kok sepertinya gampang banget, tapi pas dipraktikkin di percakapan atau nulis malah suka salah? Misalnya, kapan harus pake s atau es di belakang kata kerja? Kapan pakai do dan does? Tenang, kamu nggak sendirian.
Artikel ini bakal bahas tuntas semua hal tentang rumus simple present tense, tapi dengan pendekatan yang lebih santai dan praktis. Kita nggak cuma ngafalin rumus, tapi juga ngerti logika di baliknya, biar kamu bisa pake dengan percaya diri. So, let's get started!
Sebenarnya, Apa Sih Fungsi Simple Present Tense?
Sebelum masuk ke rumus, kita perlu paham dulu kapan sih tense yang satu ini dipakai. Simple present tense itu nggak cuma untuk hal-hal yang terjadi "sekarang" secara harfiah. Fungsinya lebih luas dari itu:
- Menyatakan Kebiasaan (Habits): Ini fungsi paling umum. Untuk ceritain aktivitas yang kita lakukan rutin. "I go to the gym every Monday."
- Menyatakan Fakta Umum (General Truths): Kebenaran yang berlaku universal, seperti fakta sains atau hal yang diterima umum. "The sun rises in the east." atau "Water boils at 100°C."
- Menyatakan Keadaan Tetap (Permanent Situations): Untuk mendeskripsikan situasi yang relatif permanen, seperti pekerjaan atau tempat tinggal. "She works at a hospital." atau "They live in Bandung."
- Menyatakan Jadwal (Fixed Schedules): Biasanya untuk jadwal transportasi atau acara. "The train leaves at 7 PM tonight."
- Menceritakan Alur Cerita (Narrative Present): Sering dipakai untuk sinopsis film, buku, atau mendongeng. "In the story, Cinderella meets a fairy godmother."
Nah, setelah tahu fungsinya, sekarang kita bedah rumus simple present tense-nya biar makin klop.
Bedah Rumus: Kalimat Positif, Negatif, dan Tanya
Rumus simple present tense itu punya pola berbeda untuk kalimat positif, negatif, dan interogatif. Dan yang bikin sedikit tricky adalah aturan penambahan -s/-es pada kata kerja. Ini detailnya.
1. Kalimat Positif (Affirmative)
Rumus dasarnya memang Subject + Verb 1. Tapi, ada aturan mainnya!
- Untuk subjek I, You, We, They: Langsung pakai Verb 1 bentuk dasar.
Contoh: I like coffee. You work hard. We study English. They play football.
- Untuk subjek He, She, It (atau subjek singular orang ketiga): Kata kerjanya harus ditambah -s atau -es.
Contoh: He likes tea. She works remotely. It rains heavily. My dog barks loudly.
Aturan Tambahan -s/-es:
Nah, ini bagian yang sering kelewat. Nggak semua kata kerja cuma ditambah -s biasa.
- Kebanyakan kata kerja: Cukup tambah -s (work -> works, play -> plays).
- Kata kerja berakhiran -ch, -sh, -s, -x, -z, -o: Tambah -es (watch -> watches, wash -> washes, go -> goes, fix -> fixes).
- Kata kerja berakhiran konsonan + -y: Ganti -y jadi -i, lalu tambah -es (study -> studies, try -> tries). Kalo huruf sebelum -y adalah vokal (a,i,u,e,o), langsung tambah -s aja (play -> plays, buy -> buys).
2. Kalimat Negatif (Negative)
Di sini kita butuh bantuan do/does sebagai auxiliary verb (kata kerja bantu) dan not. Rumusnya: Subject + do/does + not + Verb 1.
- Pakai do not (don't) untuk I, You, We, They.
Contoh: I do not (don't) like spinach. They don't live here anymore.
- Pakai does not (doesn't) untuk He, She, It. Perhatikan! Karena sudah ada does, kata kerja utamanya KEMBALI ke bentuk dasar tanpa -s/-es.
Contoh: She does not (doesn't) work on Sundays. (BUKAN: She doesn't works). He doesn't play guitar.
3. Kalimat Tanya (Interrogative)
Membuat pertanyaan, kita juga pakai do/does di depan. Rumusnya: Do/Does + Subject + Verb 1?
- Pertanyaan dengan Do: Do you understand? Do they have a car?
- Pertanyaan dengan Does: Does she know the answer? Does it cost a lot? Ingat, kata kerja utama tetap bentuk dasar.
Untuk pertanyaan dengan 5W+1H (What, Where, When, Why, Who, How), tinggal tambahkan kata tanya di depannya: 5W1H + do/does + subject + Verb 1? Contoh: Where do you live? Why does he always come late?
Verb "To Be" dan "To Have": Si Penyimpang yang Wajib Dikenal
Dalam rumus simple present tense, ada dua kata kerja yang berperilaku "istimewa" dan nggak ikut aturan pakai do/does di kalimat negatif dan tanya biasa. Mereka adalah to be (am, is, are) dan to have (have, has).
Kata Kerja "To Be" (Am, Is, Are)
Mereka berdiri sendiri. Rumusnya langsung:
- Positif: Subject + am/is/are + complement. I am happy. She is a doctor. They are at home.
- Negatif: Subject + am/is/are + not + complement. He is not (isn't) tired. We are not (aren't) ready.
- Tanya: Am/Is/Are + subject + complement? Are you sure? Is she coming?
Kata Kerja "To Have" (Have, Has)
Ini agak unik. Untuk menyatakan "memiliki", di British English sering tanpa do/does. Tapi di American English dan untuk makna lain (seperti "makan", "minum"), pakai do/does.
- British (memiliki): She has a cat. / Has she a cat? (Kurang umum, sekarang lebih sering pakai do/does).
- American/Umum (memiliki & aktivitas): She has a cat. / Does she have a cat? (Pakai do/does). I have breakfast at 7. / I don't have time.
Saran saya, untuk aman dan lebih mudah, ikuti pola dengan do/does untuk kalimat negatif dan tanya dengan "have".
Kesalahan Umum yang Sering Bikin "Grammar Error"
Setelah paham rumus simple present tense, pafijeparakabupaten.org yuk kita hindari jebakan-jebakan ini:
- Lupa tambah -s/-es untuk he/she/it: Ini kesalahan paling klasik. "She work hard" itu salah. Harusnya "She works hard."
- Masih pakai -s/-es di kalimat negatif dan tanya dengan does: Ingat, does sudah mewakili -s/-es itu. "Does she works?" salah. Yang benar: "Does she work?"
- Menggunakan simple present untuk kejadian yang sedang berlangsung sekarang: Ini beda! Kalau lagi terjadi sekarang dan sedang berproses, pakai Present Continuous (is/are + verb-ing). Misal, kamu lagi baca artikel ini, jangan bilang "I read an article" karena artinya kamu biasa membaca artikel (kebiasaan). Yang tepat: "I am reading an article (right now)."
- Bingung dengan subjek singular orang ketiga: Subjeknya nggak cuma he/she/it. Nama orang (Andi, Sinta), benda tunggal (the book, a car), atau kata ganti seperti everyone, somebody juga termasuk singular. "Everybody knows the rules." (BUKAN: Everybody know).
Tips Jitu Agar Melekat di Pikiran dan Lancar Praktek
Teori udah, sekarang gimana caranya biar rumus simple present tense ini nempel dan bisa dipake otomatis?
Hubungkan dengan Aktivitas Harian
Coba deskripsikan rutinitas kamu dari bangun tidur sampai tidur lagi dalam bahasa Inggris, pake simple present. "I wake up at 6 AM. I take a shower. I have breakfast. My mom makes delicious coffee…" Lakukan ini di pikiran atau tulis di diary.
Jadi Komentator Olahraga atau Aktivitas
Lihat orang di sekeliling atau tayangan olahraga? Coba komentari pake simple present. "He runs fast. She passes the ball. The vendor sells food. That man looks busy." Cara ini seru banget buat melatih spontanitas.
Buat General Statement tentang Dunia
Latihan bikin fakta-fakta umum. "Cats hate water. Social media connects people. Jakarta is a busy city. Learning a language requires practice." Ini melatih fungsi "general truth".
Gunakan dalam Percakapan Sederhana
Waktu ditanya "What do you do?" (Apa pekerjaanmu?), jawab pake simple present. Ditanya "Do you like…?", jawabannya juga sering pake tense ini. Mulai dari percakapan simpel dulu.
Kapan Akhirnya Bisa Bilang "I Got It!"?
Penguasaan terhadap rumus simple present tense itu bukan cuma soal hapal di luar kepala. Tandanya kamu sudah benar-benar paham adalah ketika kamu nggak lagi mikir keras untuk memilih antara do atau does, atau lupa nambahin -s. Itu semua udah jadi otomatis. Kamu pakai tense ini dengan natural untuk nyebutin kebiasaan, fakta, atau keadaan yang emang sesuai.
Jadi, kuncinya cuma satu: practice and exposure. Semakin sering kamu baca kalimat simple present (dari artikel, caption, lirik lagu), dengar di film atau podcast, dan yang paling penting, mempraktikkannya dalam menulis atau bicara, semakin cepat juga kamu menguasainya. Jangan takut salah dulu, yang penting coba. Dari kesalahan itu justru kita lebih ingat. So, good luck dengan latihannya! Semoga penjelasan panjang lebar soal rumus simple present tense ini bikin semuanya jadi lebih jelas dan nggak menyeramkan lagi.